Tuhan…Aku Merasakan-Mu :)

Haiiii semuaaaa,,,hahaha,

Setelah melewati hari yang sulit, akhirnya aku bisa senyum juga, hehehehe. Dan banyak hal yang kemudian bisa dipelajari dari beberapa hari yang berat ini. Diantaranya adalah, bener-bener nggak nyangka ternyata blog kacau ini banyak juga yang baca dan banyak juga yang respon. Terima Kasih yaaaaaa buat yang udah sms, uda mention di twitter, uda comment di FB, uda BBM, comment langsung disini dan bentuk perhatian lainnya. I really appreciate it guys, that was so sweeeeeetttttt hehehehhe. And actually, I’m back for all of you guys :)). Dancing with you again, being a part of your laugh again, I miss it…

Tapi di kesempatan kali ini, aku pengen banget ngebagi sesuatu yang aku dapetin kemarin malam. Dan ini tentang cinta….

Tuhaaaannnnn,,,aku ngerasa alay banget beberapa hari ini. Ngebaca postingan-postingan di blog, twitter, Fb, Oh No! alay detected. Alay ternyata nggak hanya mereka yang suka pake nama aneh dan tulisan besar kecil. Tapi alay adalah mereka yang suka mengeluhkan hal hal yang seharusnya nggak usah dikeluhkan. Alay adalah mereka yang nggak bisa dewasa menghadapi hidup ini. Dan alay adalah….aku, tapi kemaren :p.

Dan tingkatan alay mahabarata adalah alay tentang cinta. Hihihihihihihihhi

Jadikan di postingan-postingan di beberapa media sosialku, aku tuh suka banget ngungkit-ngungkit mantan, masa lalu, nggak bisa move on, nggak mau move on, pengen dia balik, pengen kayak dulu, pengen punya pacar si A si B si C aaahhhh banyaaaakkk dan alaaaayyyy banget! ampun dah!!!!!tapi kemaren malem, ini hebat banget, dan nggak tau, ternyata menjadi bijaksana itu mudah, dan bisa bijaksana itu cuma dengan sentuhan tangan tuhan. Ceritanya begini nih.

Beberapa hari ini, males banget nanggepin BBM dari orang-orang. BBM jam 1 baru pngen bales jam 5 dan beberapa hari ini kayak gt aja. Males liat BB, BB sering dimatiin aja karena ngerasa keganggu dan males banget liat celotehan temen yang nggak tau kenapa bikin sensi banget. Dan kemaren malem, iseng banget nyalain BB dan ada beberapa pending request. Dari sekitar 4 nama pending request, ada yang menarik, dan nggak nyangka banget setelah sekian lama. Sebut aja dia si A dan A ini adalah temen lama, yang dulu banget aku pernah sedikit suka lah ma ni orang. Tapi kandas setelah dia akhirnya jadian ma orang lain. Sumpah sedikit, at least dia not bad lah, dan of course my type lah. Hehehehe.

Setelah requestnya aku terima, sedikit ada harapan buat di BBM nih, agak lama sih sekitar sejam ternyata nggak ada BBM dari dia, well I dont care, nggak berharap apa apa deh akhirnya, dan aku lanjut aja nonton film Thailand “crazy little thing called love”. Eh setelah matiin DVD sekitar jam 11 an malem, ada BBM dan Gotchaaaaaaa!!!! itu diaaaaaa. Si A said “hoy!” dan aku bales “woooyyyy” <— ALAY!

Kami sempet bbman agak lama dan biasa lah basa basi gak jelas gt, nanyain sekarang dia gimana dan bla bla bla blaaaaa. Dan puncaknya adalah saat dia tanyak “oh, trs sekarang lagi ngapain?”. Sontak aku kaget dan ilfil seketika. Nggak tau ya, kok langsung gitu. Pertanyaan “lagi ngapain” itu kok identik dengan pdkt dan I hate it already. Dan iya aja, aku cuma bales mau tidur, bb ku mati ya, dadadadadadadada. Just it!.

Setelah matiin bb, aku mulai menguraikan pertanyaan, aku kenapa sih, bukannya aku dulu pernah suka ya, bukannya dia stay good looking dan good enough ya, kenapa nggak lanjut aja. Dan ternyata Tuhan membantuku untuk menjawab kenapa aku secara tiba-tiba tidak melanjutkan kemungkinan itu.

Ternyata, karena memang aku belum siap dan sedang tidak membutuhkan seseorang untuk mendampingiku saat ini. Pertama adalah belum siap. Setelah sakit yang teramat sangat kemarin, ternyata aku belum siap untuk beradaptasi dengan orang yang baru. Membuka hati dengan orang yang baru, dan mulai menguraikan “siapa aku” lagi pada orang lain. Jujur tahapan ini menurutku adalah tahapan yang melelahkan. Harus membuat orang lain mengerti seperti apa kita dan mau mengerti seperti apa orang lain itu adalah tahapan yang sangat melelahkan. Dan aku belum siap untuk berusaha membuat orang lain mengerti seperti apa aku, lagi. Belum siap ini bukan karena aku belum bisa meninggalkan masa lalu, bukan itu. Masa lalu yang kemarin sudah berusaha aku ikhlaskan. Dan insyaallah aku ikhlas. Tapi kebelum siapanku ini karena memang aku masih terlalu lelah untuk memperjuangkan hal baru dan membangun sesuatu dnegan orang lain lagi. Trauma untuk tidak mau sakit lagi, nggak mau putus lagi, nggak mau nangis lagi, nggak mau nyesek dan nggak bisa ngapa2in lagi itu menjadi pertimbangan. Dan jujur, mungkin dengan pengalaman yang kemaren, aku bisa lebih selektif dan memilih untuk mau membuka hati dengan orang lain. Dan alhamdulillah, aku bukan juga tipe orang yang mudah pacaran ma orang, menjalin komitmen boong-boongan ma orang. Yaaaaahh inilah kutukan orang-orang darah B yang terlahir untuk setia -____-”. Dan aku capek kalo harus didekati dnegan “lagi ngapain?” traumaaaa gitu hehehehe.

Faktor kedua adalah karena memang aku belum butuh. Dan ternyata, aku memang belum butuh. Belum bukan berarti tidak. Tapi, aku masih nyaman dengan diriku sendiri. Menjadi mandiri dan sendiri dalam pendewasaan ini membuatku mengerti bahwa sendirilah yang akan menghebatkanku. Selama ini aku terbiasa melakuakan apapun sendiri, berjuang untuk diriku sendiri, dan semua sendiri. Dan aku nyaman dengan itu. Sekarang mungkin aku masih harus menata karirku, dan fokus pada pencapaian-pencapaian masa depan. Begitu juga dengan belahan hatiku disana. Entahlah siapa dia, jodohku itu semoga sekarang juga sedang mempersiapkan masa depan yang gilang gemilang untuk kami, untuk aku dan dia. Karena disini aku juga sedang merajutkan masa depan yang indah untuknya, untuk kami, untuk aku dan dia, dan untuk masa depan yang nantinya akan kami tapaki bersama. Karenanya, aku merasa belum membutuhkannya sekarang. Jalanan ini masih perlu dibangun agar dia tidak selalu terjal. Dan mungkin aku masih terlalu muda untuk cinta. Karena yang aku cari bukan cinta yang murahan, tapi cinta yang berkomitmen. Bukan cinta yang bodoh tapi cinta yang sama sama menghebatkan, dan bukan cinta yang picik tapi cinta yang saling menghargai dan mengagungkan. Dan cinta se suci itu, belum waktunya untuk ku miliki.

Aku memang sedang menunggu, tapi aku tidak putus asa, karena dia akan datang atau aku yang akan mendatanginya, dan dalam keadaan dimana kami benar-benar telah siap. Sekarang yang akan kami lakukan adalah berusaha untuk memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik untuk satu sama lain. Karena yang baik, akan selalu bersanding dengan yang baik.

Dan Tuhan, telah menjawab doa-doaku. Dia bukan tidak mendengar doaku untuk segera memiliki pasangan. Dia juga bukan tidak mendengar keingianku untuk tidak lagi sendiri. Dia tidak mengabulkannya karena dia tau, aku belum siap dan aku belum membutuhkannya. Dialah Maha yang tau apa yang terbaik untukku. Dan terima kasih Tuhan, akhirnya aku mengerti maksudmu. Sekali lagi, Kau menunjukkan rasa cinta Mu pada hamba yang banyak dosa ini. Sekali lagi, Kau mendewasakanku dan berkata tentang arti hidup ini. Dan sekali lagi kau membuatku mengerti, Kaulah yang paling dekat. Dan Tuhan…kali ini…aku merasakan-Mu…

 

About miradialazuba

Hai, my name is Mira and in this blog you will know more about me...about my beautiful life...my adventure, my glory, my poor, my sad...and everything about me...see it...and you have to know that my life is the exciting one :)

Posted on Februari 28, 2012, in Daily. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: