Lelah…

Mungkin ini berlebihan, tapi tidak ada kehidupan yang lebih berat dari kehidupan 1 bulan ini…

begitu banyak pelajaran akhirnya saya dapatkan dengan melalui begitu banyak hal yang bukan merupakan kabar baik. Entahlah, tapi mungkin selama ini saya terlalu sering hidup dalam gilang gemilang pujian. Saya terbiasa mendapatkan apa yang saya mau, dan disaat semuanya menjadi sulit seperti ini, bangunan jiwa saya pun runtuh.

Tuhan  begitu mencintai saya, Tuhan begitu menyayangi saya. Tuhan memberikan jutaan kelebihan dan jutaan kebahagiaan tiap harinya. Masa-masa kuliah selalu menjadi masa-masa paling menyenangkan dan masa-masa paling nyaman. Saya selalu berfikir bahwa menjadi mahasiswa hubungan internasional adalah hal paling membanggakan dalam hidup saya. Dan di hubungan internasionallah saya menemukan ketertarikan saya dalam perpolitikan, pemerintahan, institusi, konflik, dan fenoma-fenomena lainnya. Saya jatuh cinta pada keilmuan ini. Dan cinta saya ini mungkin sangat mendalam. Dalam masa perkuliahan juga, saya menemukan banyak kesempatan untuk mengeksplore bakat dan minat saya, bertemu dengan orang-orang hebat yang sangat menginspirasi dan menjadi pribadi yang sering dipuji. Mungkin berlebihan tapi, saya sangat terlena dengan hal itu, dan entahlah keangkuhan mungkin telah beranak pinak dalam kepribadian saya.

Dan, sekarang, dimana masa-masa kejayaan itu ternyata memiliki tenggat kadaluarsa, saya sadar…bahwa saya bukan siapa-siapa. Kekurangan yang tidak pernah saya sadari menjadi boomerang bagi kehidupan karir saya. Saya seperti dikeluarkan dari perahu besar yang nyaman, dan sekarang harus berenang menuju tepian. Dan saya sendirian tanpa pernah tahu bagaimana cara berenang. Saya cuma bisa menunggu dan mengambang, ditengah laut dingin yang pelan tapi pasti berdaya membunuh saya. Itulah yang saya rasakan sebulan terakhir ini.

Pencapaian yang tak kunjung datang. Kegagalan yang senantiasa mampir tanpa diundang. Tangis malam yang diam-diam terselip dalam mimpi yang tak melenakan. Bernafas hanya untuk sekedar menyapa hari yang tak lagi cukup berarti. Mengais serpihan-serpihan kebahagiaan, menguras sedikit cinta yang mungkin melegakan. Dan tertunduk pada Tuhan yang entah melihat entah mendengar tapi tetap diam.

Dalam kebimbangan ini, saya tak pernah bisa menemukan jiwa angkuh saya. Dalam kesedihan ini, saya tak bisa lagi menemukan jiwa penuh percaya diri saya. Dan dalam kesendirian ini, saya tak lagi bisa menemukan kekuatan dalam pribadi saya. Saya melemah, makin hari makin parah. Hati saya terluka, makin hari makin menderita. Dan batin saya tersiksa, makin hari makin tak berdaya. Jiwa yang sakit ini, mungkin tak lagi penting untuk dipandang. Keyajaan itu, saya rindu…

Saya hanya sedang berdiri dalam teduh hujan yang deras dan badai yang hebat. Tapi, hati kecil yang memiliki suara sengau itu percaya Hujan akan reda, dan Badai akan menghilang. Hati kecil yang hanya menampakkan sedikit cahaya ini berkata untuk tidak diam dalam Hujan dan tidak merana dalam badai. Dia mengingatkan untuk terus begerak, walau sedikit, walau sulit, walau tangis takkan berhenti menemani, tapi teruslah bergerak. Bergerak sebisamu, dan menari selincahmu. Karena Hujan ini mematikan, badai ini membunuh. Dan bila hanya diam, mati adalah satu-satunya yang tersisa.

Hidup tak pernah benar-benar seberat ini, sakit tak pernah benar-benar semelumpuhkan ini.,,

Tuhan…aku lelah

About miradialazuba

Hai, my name is Mira and in this blog you will know more about me...about my beautiful life...my adventure, my glory, my poor, my sad...and everything about me...see it...and you have to know that my life is the exciting one :)

Posted on Februari 25, 2012, in Daily. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Semangat Mira,
    Pernah denger dri ceramah lok Tuhan selalu memberi ujian jauh dibawah tingkatan kmampuan kita..
    Tuhan pasti mndengar dan melihat kok, gak ada entah..

  2. hhhmmm,,iya ben, makasih yaa…huhuhuh lagi ngerasa lemah banget :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: