I Love Papua ku

Kemaren, yah sekitar dua hari yang lalu…gue punya cerita, cerita yang sumpah kalo lo baca cerita ini diawal lo bakalan ketawa terpingkal-pingkal (bahasanya RrrrrrRRRrrr-____-”). Pagi itu, gue nangis. Dan kenapa gue nangis? karena gue nonton Dahsyat. Daahhhssssyaaaaatttt!!!! yup acara musik di RCTI yang penontonnya punya tarian andalan yaitu “jemur kucek jemur kucek” itu. Dan kenapa gue nangis karena nonton Dahsyat? karena untuk pertama kalinya gue liat video klip lagu Pay yang berjudul “Papua Dalam Cinta”.

Ceritanya kenapa gue nangis, adalah karena di lagu “Papua Dalam Cinta ” itu ada lyric yang dalem banget dan didukung dengan video klip yang nunjukin betapa indah dan bersahajanya Papua itu. Gue cinta Papua, dan gue udah jatuh cinta sama pulau ini sejak dulu. Kecintaan gue sama papua adalah sejak gue ikut salah satu ajang Mahasiswa Berprestasi di FISIP Unair tahun 2010. Kriteria untuk ikut ajang itu adalah harus bikin karya Ilmiah dengan tema bebas. Dan dikesempatan ini gue ngambil tema Papua dengan judul “Pengaruh Otonomi Khusus Terhadap Menguatnya Gerakan Separatisme Papua”. Cuma dalam waktu dua hari gue ngerjain karya ilmiah ini dan dalam dua hari itu gue dibikin jatuh cinta secinta-cintanya sama Papua. Dalam proses penulisan gue nemuin betapa Papua itu pulau yang kaya, unik, ragam, dan indah. Betapa pulau itu memiliki sejarah yang panjang sampai dia bisa dipertahankan menjadi kesatuan dengan Republik ini. Banyak berita kemudian menyebutkan kalo banyak kesimpangsiuran dalam masuknya Papua ke dalam NKRI. Tapi gue nggak peduli, Papua adalah Indonesia dan itu berarti Papua adalah Sodara gue.

Tahun 2011 gue dipanggil dan punya kesempatan untuk ikut lagi dalam ajang itu. Dan lagi, gue ngangkat tema Papua dengan lebih mengfokuskan pada isu HIV-AIDS. Dikesempatan kali ini gue bikin karya ilmiah dengan judul “Upaya Penurunan Tingkat HIV-AIDS di Papua: Freedom, Equity, and Solidarity”. Di karya pertama gue tentang papua gue cuma cerita gimana pengaruh kegagalan otonomi khusus sampek bikin gerakan separatisme Papua semakin menjadi-jadi. Tapi di karya kedua gue, gue mencoba untuk memberikan solusi dalam pandangan antropoligi dan hubungan internasional tentang penanganan HIV AIDS yang ada di Papua, dengan meng-sugestikan tiga hal, yaitu Freedom, Equity dan Solidarity.

Dalam tulisan itu, gue paling menekankan pada unsur Solidarity. Apa yang terjadi di Papua, bukan hanya tugas NGO, tugas pemerintah, atau tugas Papua sendiri. Papua is Ours, they belong to us, they are a part of us! gue cuma pengen bilang itu dalam unsur ini. Gue dan papua punya tanah tumpah darah yang sama, kami punya sejarah yang sama, dan kami adalah bagian dari negeri tercinta ini. Lo nggak bisa bayangin betapa hidup disana sangat beda dengan hidup kita disini. Betapa HIV AIDS uda jadi momok yang menakutkan dan sangat menyedihkan tanpa ada penanganan yang memadai. Peningkatan korban tiap tahunnya bisa lebih dari 100% dan itu terjadi di Papua, tanah yang se tanah air ma kita kita yang ada di Jawa. Kemiskinan, kebodohan, konflik, semua terjadi dan menjadi keseharian pemuda-pemuda masa depan bangsa ini disana. Dan gue nggak mau menjadi munafik dengan menafikkan bahwa gerakan separatisme Papua pantas muncul dan menguat.

Saat presentasi Mawapres tahun 2011, gue mendapatkan tanggapan yang positif dari dosen yang nguji gue. Disinal gue mengenali apa itu ethic dan apa itu emic. Dan dalam memandang papua, gue dibilang sebagai orang yang ethic, padahal papua membutuhkan kita, keluarganya, yang berpandangan emic. Ethic adalah mereka yang memandang berposisi lebih tinggi dibanding dengan orang yang dipandang. Dan orang Ethic adalah mereka yang berfikir tentang “apa yang seharusnya terjadi”. Sementara emic adalah mereka yang memandang orang lain dari segi pandangan orang tersebut dan berfikir tentang “yang terjadi adalah yang seharusnya terjadi”. Dan disini gue mengerti, saat lo respect ma apa yang terjadi di Papua, lo harus menanggalkan rasa lebih berpendidikan lo, lebih terhormat, lebih makmur, atau lebih lebih yang lain. Dan yang harus dilakukan di Papau adalah lo harus jadi bagian dari mereka. Merasakan sakit yang mereka rasakan, merasakan lapar yang mereka keluhkan, dan merasakan pembodohan yang telah memperbudak mereka. Jadilah mereka dan lo akan ngerti betapa jahat mereka yang berusaha menenggelamkan Papua. Dan betapa gerakan separatis adalah mimpi dan perjuangan bagi mereka.

Tapi…papua is belong to us. Papua is one of us. Papua is Indonesia. Dan fakta inilah yang musti kita perjuangkan. Berilah Papua kemakmuran, pembangunan, kesejahteraan. And they will be the sweetest of us. Dan mimpi gue adalah, gue bisa pergi kesana, melalukan seuatu yang walaupun tidak begitu berarti, tapi itulah bukti cinta gue pada pulai ini.

Papua, bila dia damai tanpa amarah didalamnya, mungkin menjadi tempat dan surga untuk negeri ini. Janganlah ketamakan, kemunafikan dan kolonialisme menghitamkan pulau terkasih ini. Di Papua ada cinta, di Papua ada kita.

Dan gue akan kasih lo lyric dari lagu itu, resapi dan menangislah bersama gue atas kecintaan kita pada Papua.

Pay (feat. Soa Soa) – Papua Dalam Cinta

Begitu banyaknya pulau yang indah
inilah Papuaku
permata hijau laut dan seninya
begitu banyak langkah jiwa

Banyak pujian dan kekaguman
budaya dan alammu
kamu dan aku sama-sama suka
cinta padamu Papuaku

Tiada yang lebih membanggakan jiwa
hanyalah Papuaku
senyuman tulus dan penuh cinta
sungguh menyentuh sanubari

Banyak pujian dan kekaguman
hanyalah untuk papuaku
kita cinta papua, tanah papua
harumkan indonesia dari sini
satukan tujuan dalam cinta

Cobalah menjaga yang sudah semestinya dijaga
papuaku tercinta biarkanlah alamnya terus indah
satukan tujuan menjaga yang kita punya
Papua aku Papua kamu

Harumkan indonesia dari sini
satukan tujuan dalam cinta
harumkan indonesia dari sini
satukan tujuan dalam cinta

dan diakhir tulisan ini gue cuma pngen bilang… I Love Papuaku…

About miradialazuba

Hai, my name is Mira and in this blog you will know more about me...about my beautiful life...my adventure, my glory, my poor, my sad...and everything about me...see it...and you have to know that my life is the exciting one :)

Posted on Februari 15, 2012, in Daily. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. pertanyaannya, terus kenapa skripsinya kemarin gak ambil topik di atas? hahaha. strategi netwar OPM mungkin :))

  2. wah wah wah glidea, you know me so well deh, ini anak HI pasti ya, hehehe,

    jawabannya simple aja kenapa nggak netwar OPM, karena netwar OPM uda banyak yang bahas, uda banyak dosen dan mahasiswa yang meneliti netwar tersebut, aku cuma cari something new yang belum dibahas orang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: